Wilujeng Sumping...Sugeng Rawuh...Selamat datang

Wilujeng Sumping...Sugeng Rawuh...Selamat datang

Semoga blog ini memberikan manfaat bagi pengunjung sekalian....

Senin, 07 November 2011

Dari Istri tercinta...



Jika seorang istri menangis di hadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi...
Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu...
Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu, selamanya !

Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah !
Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah. Hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa EGO-nya.

Wahai suami2, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian.
Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu disaat kau terpuruk terlalu dalam ...

Wahai suami - suami, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jangan menyia2kannya.
Mungkin, karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis karenamu.
Lihatlah jauh ke dalam matanya.
Dapatkah kau lihat & kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu ?

Pada hari penciptaan PEREMPUAN, Malaikat bertanya kepada TUHAN :
"Apakah keistimewaan dari ciptaanMU ini ?".
Lalu TUHAN menjawab : "Ada banyak KEISTIMEWAAN yang dimiliki oleh ciptaanKU ini".
Dibalik KELEMBUTANnya, dia memiliki KEKUATAN yang begitu dahsyat.
TUTUR KATAnya merupakan KEBENARAN.
SENYUMANnya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya.
PELUKAN & CIUMANnya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak2nya.
Dia TERSENYUM bila melihat temannya TERTAWA.
Dia TERHARU, dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pada orang2 yang dikasihinya.
Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHANnya.
Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN, dia begitu SEDIH melihat KEMATIAN.
TETESAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.
Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI karena 1 hal.

"Apa itu ya... TUHAN ?"

TUHAN berkata, "Betapa BERHARGAnya dia."

Kamis, 29 September 2011

Bangsa ini sedang menangis

Sahabat...
Saya adalah seorang warga dari Negera besar yang bernama Indonesia.

Entah berapa luasnya negeri ini, dengan puluhan ribu pulau terhampar dari ujung barat hingga ke timur dari selatan hingga ke utara. luas perairan melebihi luasnya daratan dengan segala kekayaan didalamnya yang mungkin tidak akan habis hingga 7 generasi ke depan. kekayaan di dalam bumi tak kalah hebatnya, emas berlimpah, batubara kita ekspor, minyak kita sedot tanpa henti, nikel, timah, mangan, perungu, gas, dan seabreg lainnya. dipermukaan tanah berbagai tumbuhan hidup dengan mudahnya, perkebunan, pertanian, peternakan menjadi potensi tak terbantahkan.

Sahabat...
Kini hati saya teriris, pilu, sakit dan terkoyak.

di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini, para pemuda menjadi pengangguran, usia produktif mereka tak berarti apa-apa, mereka menjadi potensi kejahatan dan masalah sosial terbesar di negeri ini, rakyat desa terusir dari tanah garapannya, anak-anak nelayan tak sekolah, anak buruh menjerit menangis ingin sekolah, para sakit meratapi nasibnya di lorong-lorong rumah sakit, harga kebutuhan pokok terus mencekik, hidup menjadi begitu sulit dan tak menentu.

Sahabat...
Saya males bepergian di Negeri ini.

Transportasi kacau amburadul, di darat Kereta penuh sesak berjubel hingga ke atap, penumpang bayar karcis untuk dihimpit dengan kasar berdesakan, di angkot para perempuan terancama diperkosa, dirampas hak dan kehormatanya, di bis kecelakaan mengintai karena ulah sopir yang ugal-ugalan, di mobil-motor sendiri tak pernah berarti aman lubang menganga menjadi ancaman tak terhindarkan.

di laut kapal terbakar, rakyat menjadi korban dari kapal-kapal tua yang dipaksa tetap jalan, di udara rakayat jadi korban saat pesawat jatuh dengan kondisi yang entah ada dimana, sepertinya kami bayar karcis untuk mati!!!

Sahabat...
tahukah kamu...

gak ada yang mau tanggung jawab..pejabat..para elit yang dibayar untuk mengurusi rakyat, mereka balik badan dan saling lemapr tanggung jawab..sebagian mereka tetep menggarong uang negara hak rakyat, mereka berpesta diatas penderiataan rakyat, mereka membuat hajatan perkawinan anak-anaknya dengan baiya luar biasa, mereka berhati kebal dan membantu, mata mereka buta terhadap penderitaan rakyat, telinga mereka tuli dari teriakan-teriakan rakyat.

Sahabat...
ada anjuran...

mereka yang memberikan anjuran pada rakyat untuk berhemat, tapi nyatanya mereka yang boros, makan di resto mewah, mobil mahal dan mewah mereka beli mungkin tiap tahun, liburan mahal ke luar negeri padahal negeri kami tak jauh indah dari negeri orang, berobat saja harus ke singapura, padahal dokter kita tak kalah hebatnya.

mereka bilang harus cinta produk dalam negeri, tapi produk yang mereka gunakan luar negeri semua,. sepatu kulit dari itali, tas mewah dari paris, baju dari milan, mobil-mobil mewah eropa dan jepang, beras dari thailand, gula dari vietnam, gandum dari australia, kedelai dari AS. mereka makan di resto-resto mewah dengan menu eropa, menginap di hotel mewah jaringan luar negeri. Tapi saat bertemu rakyat mereka tetap bilang cintailah produk dalam negeri. sungguh terlalu.

Sahabat...
Saya bingung melihat keadaan ini...

entah pada siapa harus ku simpan harapan kehidupanku, para anggota dewan tak kalah bedebahnya dengan para pejabat, para mahasiswa pun juga demikian, mereka makin sibuk dengan terget lulus kuliahnya, sedikit sekali yang peduli akan kehidupan rakyat..sekalipun ada yang turun ke jalan, mereka di "steer" oleh para mafia politik untuk kepentingan partai atau kelompok tertentu.

sepertinya hanya pada Allah Tuhan semesta alam yang menciptakan kami, saya menghiba dan berlindung padaNya dari siasat para bandit terkutuk, dari tipu muslihat para pejabat munafik, dari politik para mafia dan rampok uang rakyat. Ya Allah binasakan mereka dengan cara terhina dan dihinakan jika mereka benar berlaku dzolim pada rakyatnya, ampunilah hamba dan lindungilah seluruh rakyat negeri ini dari kedzoliman pejabat-pejabat busuk itu...Amin...

Kamis, 14 Juli 2011

Istriku Bidadari...

ini adalah catatan pertamaku sejak aku beristri
Alhamdulillah..segala Puji hanya milik Allah
tak henti-hentinya syukur aku panjatkan padaNya
atas segala nikmat yang telah Allah berikan padaku....

Istriku adalah seorang sholehah...
yang bisa jadi kadar ketaatannya terhadap Allah
lebih besar dari padaku...

Istriku adalah seorang yang baik...
yang kebaikannya selalu ingin ku tiru
meski harus tertatih dan berlari tuk mewujudkannya....

aku hanyalah lelaki yang beruntung mendapatkan dia

seringkali aku malu menatapnya
mata lahir memang menatapnya..namun mata batinku sungguh malu tak terkira...

akulah lelaki hina dan papa
yang tiada derajatnya dibandingkan lelaki manapun...

akulah lelaki yang bergelimang dosa
yang hanya rahmatNyalah harapan satu-satunya...

akulah lelaki yang nista
yang karena sikap tak tahu diriku telah menyakitinya....

dan jika lelaki lain bak intan dan permata yang bersinar indah
ku tak ubahnya seperti batu kali...

meski ku sekedar batu kali
ku ingin ditempatkan ditrotoar
yang jika diinjak orang, bisa menjadikan ku semakin halus dan bersinar...

Istriku adalah bidadari...
dan memang seperti bibidari...

sedangku hanyalah orang yang berdarajat budak...

hanya satu pesanku pada istriku

orang kampung kembali ke kampung
maka...

jika ku mati kuburkanlah aku di kampung asalku....

Kamis, 30 Juni 2011

Ibu...

ketika ku kecil
masih terduduk di pangkuanmu
kau bernyanyi sebuah lagu yang masih ku ingat hingga kini...

" Kasih Ibu..kepada beta tak terhaingga sepanjang masa..hanya memberi tak harap kembali..bagai sang surya menyinari dunia..."

berulang-ulang kau nyanyikan lagu itu
seraya sentuhan lembut kau usapkan di pipiku...

tangan tulusmu kadang menggenggam erat tanganku
senyum tak pernah jauh dari bibirmu...

entah bagaimana dan harus dengan cara apa ku balas seluruh jasamu...

Ibu...
dalam tubuhku ada dirimu
dalam setiap aliran darahku ada bagian dari air susumu....

Ibu...
ijinkan ku pergi menjemput mimpiku
menggapai bintang pujaan hatiku...

ku hanya ingin bersenandung untuk mu
tentang syair yang indah melukiskan keagungan mu di mataku...

" oh..ibu...engkaulah wanita..yang ku puja selama hidupku...ampunilah aku..jika ada salah..pengorbanan tanpa balas jasa..."

I Love U Mom...

Senin, 23 Mei 2011

viva Allah...

benarkah setiap penantian itu melelahkan
hingga derai airmata tak terpisahkan dari penantian
hingga rasa hati diaduk-aduk oleh kecemasan
hingga jiwa begitu sakit dalam kekhawatiran...

bukan karena cinta yang membuat ku lelah
bukan karena cinta rasa ini menjadi cemas
bukan karena cinta jiwa merasa sakit dalam kekhawatiran...

seolah ada beban berat di pundak ini
menghimpit dada hingga sesak
bahkan nalar tak berkutik dibuatnya...

saat kegelapan dalam diri
sangat pekat dan kelam
secercah cahaya itu muncul
dengan dendang lagu sederhana menyentuh relung jiwa....

ku menari-nari dalam penantian
terbuai larut dalam kenestapaan
dalam sesak ku sebut namaMu
Kau temani ku dalam kesendirian....

hanya padaMu ku labuhkan seluruhnya
rasa cemasku..khawatir jiwaku..
tak sedikitpun ku ragukan akan hadirMu
kesetianMu membuatku jatuh dalam kecintaan...

meski terlambat kini ku sadar...

menanti bersamaMu adalah kenikmatan
menanti dengan becakap denganMu adalah keindahan
menangis dalam sujud panjangku di depanMu adalah ketentraman
berharap dalam doa padaMu tak kan ku lupakan...

BersamaMu..ku nantikan Takdir ku dariMu....Viva Allah....

Senin, 25 April 2011

senjaku guruku...

senja hari ini
membuatku terbisu

lidah ku kelu tuk berkata-kata
berkata dan bertanya
tentang apa itu rindu dan kerinduan
pada bintang yang berkilau indah dilangit malam...

aku tak pernah tahu mana benar mana salah tentang cinta
dan karenanya ku terus belajar dan bertanya

aku tak pernah tahu mana baik mana buruk tentang rindu
dan karenanya ku terus berdoa agar jalan ku adalah jalanNya

aku tak pernah tahu mana pujian mana cacian tentang mimpi ku bersamu
dan karenanya ku meminta dilimpahkan kesabaran padaNya...

kala awan putih digantikan jingga bersemu merah
kala sang surya perlahan pergi dan menutup diri
kala rembulan yang lembut bersiap menatapku
kala itu ku menghiba padaNya...

senja yang merona kan selalu menjadi saksi
asa ku padaNya tuk bisa bersamamu...

Senin, 18 April 2011

Bersemi seiring fajar

 fajar ku lihat dalam mataku
saat kabut meninggal kan ruang hampaku
perlahan terang menyusuri relung gelap hatiku
menghembuskan hawa rindu tak berkesudahan

cinta ku bersemi
saat fajar menyingsingkan semburat merah indahmu
dalam kerinduan yang tak bertepi
ingin ku tatap dia tiada henti

ku hirup aroma itu
ku lihat warna itu
ku rasakan indahnya bersama asa padamu

ya...
cinta ini bersemi bersama fajar merahmu...
dan berakhir kala merah senjamu