Sahabat...
Saya adalah seorang warga dari Negera besar yang bernama Indonesia.
Entah berapa luasnya negeri ini, dengan puluhan ribu pulau terhampar dari ujung barat hingga ke timur dari selatan hingga ke utara. luas perairan melebihi luasnya daratan dengan segala kekayaan didalamnya yang mungkin tidak akan habis hingga 7 generasi ke depan. kekayaan di dalam bumi tak kalah hebatnya, emas berlimpah, batubara kita ekspor, minyak kita sedot tanpa henti, nikel, timah, mangan, perungu, gas, dan seabreg lainnya. dipermukaan tanah berbagai tumbuhan hidup dengan mudahnya, perkebunan, pertanian, peternakan menjadi potensi tak terbantahkan.
Sahabat...
Kini hati saya teriris, pilu, sakit dan terkoyak.
di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini, para pemuda menjadi pengangguran, usia produktif mereka tak berarti apa-apa, mereka menjadi potensi kejahatan dan masalah sosial terbesar di negeri ini, rakyat desa terusir dari tanah garapannya, anak-anak nelayan tak sekolah, anak buruh menjerit menangis ingin sekolah, para sakit meratapi nasibnya di lorong-lorong rumah sakit, harga kebutuhan pokok terus mencekik, hidup menjadi begitu sulit dan tak menentu.
Sahabat...
Saya males bepergian di Negeri ini.
Transportasi kacau amburadul, di darat Kereta penuh sesak berjubel hingga ke atap, penumpang bayar karcis untuk dihimpit dengan kasar berdesakan, di angkot para perempuan terancama diperkosa, dirampas hak dan kehormatanya, di bis kecelakaan mengintai karena ulah sopir yang ugal-ugalan, di mobil-motor sendiri tak pernah berarti aman lubang menganga menjadi ancaman tak terhindarkan.
di laut kapal terbakar, rakyat menjadi korban dari kapal-kapal tua yang dipaksa tetap jalan, di udara rakayat jadi korban saat pesawat jatuh dengan kondisi yang entah ada dimana, sepertinya kami bayar karcis untuk mati!!!
Sahabat...
tahukah kamu...
gak ada yang mau tanggung jawab..pejabat..para elit yang dibayar untuk mengurusi rakyat, mereka balik badan dan saling lemapr tanggung jawab..sebagian mereka tetep menggarong uang negara hak rakyat, mereka berpesta diatas penderiataan rakyat, mereka membuat hajatan perkawinan anak-anaknya dengan baiya luar biasa, mereka berhati kebal dan membantu, mata mereka buta terhadap penderitaan rakyat, telinga mereka tuli dari teriakan-teriakan rakyat.
Sahabat...
ada anjuran...
mereka yang memberikan anjuran pada rakyat untuk berhemat, tapi nyatanya mereka yang boros, makan di resto mewah, mobil mahal dan mewah mereka beli mungkin tiap tahun, liburan mahal ke luar negeri padahal negeri kami tak jauh indah dari negeri orang, berobat saja harus ke singapura, padahal dokter kita tak kalah hebatnya.
mereka bilang harus cinta produk dalam negeri, tapi produk yang mereka gunakan luar negeri semua,. sepatu kulit dari itali, tas mewah dari paris, baju dari milan, mobil-mobil mewah eropa dan jepang, beras dari thailand, gula dari vietnam, gandum dari australia, kedelai dari AS. mereka makan di resto-resto mewah dengan menu eropa, menginap di hotel mewah jaringan luar negeri. Tapi saat bertemu rakyat mereka tetap bilang cintailah produk dalam negeri. sungguh terlalu.
Sahabat...
Saya bingung melihat keadaan ini...
entah pada siapa harus ku simpan harapan kehidupanku, para anggota dewan tak kalah bedebahnya dengan para pejabat, para mahasiswa pun juga demikian, mereka makin sibuk dengan terget lulus kuliahnya, sedikit sekali yang peduli akan kehidupan rakyat..sekalipun ada yang turun ke jalan, mereka di "steer" oleh para mafia politik untuk kepentingan partai atau kelompok tertentu.
sepertinya hanya pada Allah Tuhan semesta alam yang menciptakan kami, saya menghiba dan berlindung padaNya dari siasat para bandit terkutuk, dari tipu muslihat para pejabat munafik, dari politik para mafia dan rampok uang rakyat. Ya Allah binasakan mereka dengan cara terhina dan dihinakan jika mereka benar berlaku dzolim pada rakyatnya, ampunilah hamba dan lindungilah seluruh rakyat negeri ini dari kedzoliman pejabat-pejabat busuk itu...Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar