agama hanya menjadi pegangan normatif bagi orang2 munafik
tata nilai dan falsafah bangsa telah dibuang dari peradaban bangsa ini
kepemimpinan nasional memble...
semua penuh kepura-puraan
presiden pura-pura
anggota dewan pura-pura
kebijakan atas nama rakyat yang pura-pura
hukum pura-pura
keadilan pura-pura
bahkan mungkin negara ini hanya menjadi negara pura-pura
yang berisi rakyat yang pura-pura pula...
hanya ada satu yang tidak pura-pura
kepentingan pribadi menjadi tujuan utama semua orang
Teten Masduki si empunya ICW berseloroh
"ada satu istilah bagi kepemimpinan di bangsa kita,
yaitu tong kosong nyaring bunyinya..badan besar kecil nyalinya"
itulah ekspresi dari seorang yang tahu kondisi di pusat pemerintahan sana
tentang ketidakmampuan pemimpin yang telah diberi amanah oleh rakyatnya...
pertanyaan tersu bergulir
pernyataan kian mengerucut
keinginan untuk menggulingkan si badan besar
namun sepertinya jalannya terlalu terjal
dan tentu orang disekitar dia tidak akan pernah rela dia digulingkan
karen itu akan mempengaruhi isi kantong mereka...
Duh Gusti...
kudu kumaha atuh????
sok gera mangkat ka Jakarta bawa massa nu loba, mun boga kawani mah (Berangkatlah ke Jakarta dengan membawa massa, kalo emang punya keberanian)...kata Kang Erry Riana mantan pimpinan KPK
sabar..dan berdoalah...kata Prof. Dr. Dede Mariana
sampai kapan prof. kita harus bersabar dan berdoa?
sedang kedzoliman terlihat nyata di depan mata kita?
berilah kesempatan pada pemimpin kita..kata Ketua Kadin Jabar
kabaru paraeh atuh rakyat teh (keburu mati rakyatnya) kalo kita tetap biarkan dia berkuasa...kata Kang Memed aktifis Kota Bandung sahabat Kang Acil...
Eko..kamu harus melek...
pelajari semua ini..amati..dan segera sikapi
bergerak dan terus belajar untuk bisa bergerak
luaskan pandangan dan pengetahuan
luaskan silaturahmi dan pertemanan
Jika saatnya tiba jadi pemimpin di tengah-tengah ummat...kata Kang Acil dalam perjalanan pulang di mobilnya...
InsyAllah Kang..
jika saatnya tiba semua pelajaran dari Akang menjadi salah satu tuntunan eko...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar