Dalam sebuah acara bedah buku di Bandung pembedah sekaligus penulis mengungkapkan sebuah kalimat tanpa dikuti oleh penjelasan, kalimat itu pendek namun membuat saya berpikir keras untuk menelaah lebih jauh tentang isi dari kalimat tersebut. kalimat itu berbunyi
" Inti dari peradaban kita adalah Pengabdian dan Pengorbanan"
pembicara hanya mengungkapkan contoh-contoh kecil dan sangat pendek setelah itu sya coba merenungkan apa yang dimaksud beliau dengan kalimat ini???
sampai akhirnya saya menemukan realitas yang sangat menarik membuat saya sadar akan hal ini serta mencoba manjadikan dua kata dalam kalimat ini sebagai prinsip kehidupan yaitu pengabdian dan pengorbanan...
mengabdi tanpa berkorban adalah pragmatisme prilaku
berkorban tanpa pengabdian adalah wujud kesia-siaan
dalam setiap aspek kehidupan kontemporer dua kata ini semakin hilang dan surut ditelan waktu, ditelan kepongkahan manusia serta paham kebendaan yang menggila dan menggurita serta mnagkar kuat dalam hati dan jiwa manusia...
semakin sulit kita melihat orang yang mampu mengabdi dan berkorban..sehingga wajar kehidupan saat ini begitu sulit..dunia seperti tanpa orang berbudi...
kenapa ada orang yang pintar dan soleh seperti pak habibi,pak anies baswedan dll
kenapa ada pengusaha pintar dan soleh seperti Sandiaga S. Uno dll
kenapa ada pejabat baik pintar dan soleh seperti Adhiaksa Dault,hidayat Nurwahid,Makmur Sunusi dll
kenapa generasi mereka begitu baik dan sekrang rata2 usia mereka sudah 35 tahun keatas??
disadari atupun tidak karena dulu mereka dididik oleh guru yang mengabdi dan berkorban untuk SDM Indonesia yang berkualitas...
karena mereka dididik oleh ust.dan kiyai yang begitu kuat untuk tidak tergoda dunia, mereka mengabdi dan berkorban agar generasi setelah mereka bisa menjadi generasi Rabbani...
lalu bagaimana sekarang???
Guru sekarang mengajar mengejar Sertifikasi dengan imbalan kenaikan gaji...masuk kelas dengan pikiran bagaimana agar sertifikasi mereka lolos..masihkah terpikir oleh ibu dan bapak guru kita tentang bagimana menyipakna SDM unggul???
Guru sekarang mana mau mengajar jika tanpa dibayar dengan alasan biaya hidup makin mahal..pengabdian dan pengorbanan sepertinya mulai hilang dari diri mereka..gaya hidup semakin materialis..konsumtif dan tanpa adalagi transfer nilai pada muridnya..
Ust.sekarang males ceramah kalo tidak dibayar..marah kalo kecil bayarannya..pundung..tidak mau ngisi lagi kalo sedikit bayarannya...
ust.sekarang lebih memilih jadi khotib di hotel,di kantor-kantor besar, ato komplek perumahan elit yang tentu besar dan elit pula bayarannya..untuk ngisi di kampus di majelis taklim di pengajian orang kere..hanya satu kaliamt yang mereka ucapkan "maaf saya sudah agenda" betulkah??? ato hanya sekedar cara untuk menolak secara halus karena tahu tidak akan dibayar?
mana pengabdian dan pengorbanan itu ust.???sepertinya apa yang Ust,ceritakan dalam khutbah dan ceramah semakin tidak pernah ada artinya jika Ust.sendiri tidak melakukannya...
terlebih lagi jika ust. kita sudah masuk ke ranah politik..parlemen, eksekutif dll..semakin susah unutk bisa bertemu..staff yang berlapis-lapis..protokoler yang memuakkan..padahal ust.bukan presiden lho..apalagi nabi...setahu saya Nabi Muhammad tidak begitu..pun juga denagn para Sahabatnya saat sudah Khalifah..tetap bisa ditemui rakyatnya dimana pun mereka berada...
Orang tua kita jaman sekarang..hmmm sepertinya juga makin sulit untuk bisa mengabdi dan berkorban..mereka menjadi orang tua yang semakin penghitung..banyak mereka yang ngajari anak-anaknya seperti ini...
"Nak cepatlah besar..kalo sudah besar kamu bisa sekolah..terus kuliah..lulus kuliah kamu bisa bekerja..uangnya bisa buat bantu ibu dan bapak" mereka menolak itu dikatakan sebagai uang timbal jasa..walopun kenyataannya begitu..
saat ada anak yang kurang ajar bagi mereka karena tidak mau "berterimaksih" dengan cara membiayai hidup mereka maka orang tua jaman sekarang akna menghitung...
"denger yah..kamu ibu kandung 9 bulan..lahir di bidan denagn biaya sekia juta..masuk tk abis sekian juta..sd..smp..sma..samp kamu kuliha itu abis ratusan juta..ayo kamu segere kerja yang tinggi..gaji yang besar..biar bisa kasih ibu uang..bla..bla..bla"
padahal semua itu emang kewajiban orang tua wujud pengabdian dang pengorbanan pada anak-anaknya..knapa mereka jadi orang serba menghitung begitu???
sepertinya kebanggaan bagi orang tua jaman sekarang adalah ketika anak-anaknya bergaji besar punay rumah mewah..mobil mewah dan segala benda mewah...
kenapa bukan akhlak yang jadi tujuan..serta hal lainnya yang diluar sifat kebendaan yang bisa dibanggakan???
tahukah akibat dari pemikiran orang tua yang seperti ini pada anak-anak mereka???
ketika kuliah hanya satu yang ada dipikiran mereka "lulus cepat" kenapa "segera kerja"
dampakanya....
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar