Wilujeng Sumping...Sugeng Rawuh...Selamat datang

Wilujeng Sumping...Sugeng Rawuh...Selamat datang

Semoga blog ini memberikan manfaat bagi pengunjung sekalian....

Minggu, 14 November 2010

Persiapkan Hari Raya mu...

Shalat Ied ditetapkan oleh Allah pada tahun pertama Hijriyah sebagaimana diterangkan oleh Anas: "Rasulullah saw. datang ke Madinah. Ketika itu penduduk Madinah mempunyai dua hari Raya di mana mereka bermain-main didalamnya. Lalu Nabi bertanya: "Apapa kedua hari ini? Mereka menjawab: " Kedua Hari tersebut merupakan hari-hari bermain buat kami semua pada zaman Jahiliyah. Maka Nabi bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha." ada yang pun yang manjadi landasan atau dasar hukum dari shalat ied itu sendiri adalah Firman Allah " Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah" (QS.108:2).

 ada beberapa hal yang sunnah atau dianjurkan dalam shalat Ied, hal-hal tersebut adalah:
1. Pada tanggal 10 Dzulhijah sunnah tidak memotong kuku dan menggunting rambut sesuai denagn keterangan hadist soheh Muslim, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Apabila telah tiba tanggal 10 Dzulhijah dan sebagian diantaramu ingin berkurban, makajanganlah ia menggunting rambut dan mengerat kuku." 

2. Menghidupkan dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan berbagai ibadah berupa dzikir, shalat malam, membaca Al-Quran, takbir, tasbih dan Istighfar. Hal ini bisa dimulai dari sepertiga akhir malam Ied, namun sebaiknya semalam penuh. berdasarkan sabda Nabi saw.: "Barang siapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha atas dasar perintah Allah, maka hatinya tidak akan pernah mati pada hari semua hati mati". Sedangkan berdoa pada kedua malam hari tersebut akan dikabul oleh ALlah swt sebagaimana pada malam Jumat dan malam Rajab serta Nisfu Sya'ban

3. Mandi, memakai wewangian, menggosok gigi, dan mengenakan pakaian terbaik sebagaimana mau Shalat Jumat saja sebagai tanda syukur kita pada Allah swt.

4. Makmum segera pergi ke tempat shalat ied dengan tenang setelah shubuh jika tidak berhalangan walau mentari belum terbit agar dapat duduk dekat imam dan tidak banyak melangkahi pundak orang serta akan memperoleh pahala lebih banyak denagn lamanya menunggu shalat.

5. Sunnah berjalan kaki atau tidak berkendara ke tempat shalat Ied, Ali bin Abu Thalib r.a. menerangkan bahwa pergi berjalan kaki ke tempat sahal Ied termasuk sunnah Nabi saw, karena beliau tidak pernah berkendaraan ketika pergi shalat Ied dan mengantar Jenazah.Ulama kalangan Hanafiyah berpendapat " tidak mengapa berkendaraaan ketika pergi shalat Jumat dan shalat dua hari raya. Namun verjalan kaki lebih baik bagi mereka yang mampu."

6. Sunnah untuk mengambil rute jalan yang berbeda saat akan pergi ke sahlat Ied dan akan pulang setelah sahlat Ied, bahkan dianjurkan pada saat pulang memilih rute jalan yang lebih panjang/jauh dibandingkan dengan saat pergi. hal ini agar kedua jalan yang dilalui menjadi saksi dan agar memperoleh pahala yang lebih banyak dari langkah kita.

7. Sunnah bagi Imam untuk segera pergi ke tempat Shalat Idul Adha dan sedikit lambat jika pergi ke tempat shalat Idul Fitri. hal ini bertujuan agar adanya keleluasaan waktu bagi yang mau berkuban dan mengleuarkan zakat.

8. Pada Idul Fitri sunnah makan beberapa butir kurma sebelum shalat Ied, sedangkan pada Idul Adha sunnah makan setelah shalat Ied

9. Memberikan kelapangan kepada kelauarga serta bersedekah sunnah sesuai dengan kemampuannya serta lebih banyak dari biasanya.

10. Menampakan wajah yang  ceria dan senang terhadap sesama kaum Mukmin yang dijumpai, mengunjungi keluarga dan handai taulan yang masih hidup untuk memperkuat hubungan kekeluargaan atu persahabatan.

sumber: Buku Fiqih Shalat Kajian berbagai Mazhab karangan Dr. Wahbah al Zuhaily


Wilujeng Idul Adha 10 Dzulhijah 1430 H

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar